My POV: Wonder Woman layak untuk ditonton

Yaa, seperti yang kita tau bersama, belakangan dunia perfilman lagi heboh tentang super hero cantik ini. Awalnya sih waktu tau ini karakter dari DC Comics, aku sih nggak tertarik yah untuk ikutan nonton. Selain kurang suka karakter-karakter lainnya seperti Superman ataupun Batman, plus karena udah pernah nonton film Batman vs Superman yang bikin aku rada nyesel ngeluarin duit beli tiketnya (yeah, I don’t like it). Nggak mau kan kejadian yang sama terulang dua kali. Tapii eh tapii, aku tetep penasaran dong cari tau tentang ni film, gimana sih reaksi yang udah nonton. Aku baca-baca review nya, kebanyakan sih muji ini film terbaik keluaran DC. Well, okay, mulai penasaran juga… Dan si suami tiba-tiba ngajakin nonton film ini pas weekend. OK, diputuskan sudah saudara-saudara, kita nonton film ini.

Yang nambah semangat si suami untuk nonton sih alasannya karna yang meranin itu si Mbak Gal Gadot (minta ditabok nih!). Ya ya ya, harus aku akui juga, aku juga suka liat tampang si mbaknya. Jadilah kita nonton di Metropole, biar deket dari rumah.

Di bagian awal, dimulai dengan si kecil Diana (Wonder Woman nya) di dunia para ladies Amazon, lagi ngintipin dan niruin gerakan para wanita dewasa yang sedang mengasah kemampuan bela dirinya, hingga akhirnya dia beranjak dewasa dan dilatih jauh lebih keras daripada yang lainnya karna dia itu ‘berbeda’. Hmm, ngeliat Diana dewasanya pertama kali, yang muncul dalam pikiran adalaah, ‘duh mbak nya seksi banget tuh roknya, bisa pada salfok nih’ hahaha.

Salah satu hal yang nggak akan terlupakan dari film ini adalah view di pulau Themyscira. Indaaah banget. Ternyata lokasi syutingnya ini di Italia. Apalagi pantai tempat jatuhnya pesawat si Steve Trevor –spy dari Inggris cinta pertamanya Diana-, bener-bener bikin kepengen berguling-guling manja di pasir putihnya. Uhhuyy..

Jalan cerita nya, humor nya, aksi nya, akting nya, semuanya cukup bisa bikin aku nggak berpaling dan merasa bosan, padahal durasinya cukup panjang. Aku paling suka setiap percakapan konyol selama di Inggris dengan Diana yang polos banget. Gemesin 🙂

Waktu ketemu Diana, Etta bilang, “I’m Steve Trevor’s secretary.”  Diana nanya, “What is a secretary?”  Etta jawab, “I go where he tells me to go, I do what he tells me to do.”  Diana ngerespon, “Where we come from, that’s called slavery.” (LOL)

Di sini aku nggak mau cerita banyak tentang alurnya, aku cuma mau bilang buatku pribadi sebagai penyuka film action, film ini tergolong bagus, karena tadinya aku nggak punya ekspektasi tinggi sama film ini. Yaa palingan animasinya aja sih menurutku nggak sempurna, tapi faktor pendukung lainnya udah cukup koq untuk menutupi kekurangan yang ada. Apalagi aku orang yang lebih mementingkan jalan cerita yang dibangun dan pembawaan karakternya, sudah merasa cukup terpuaskan. Thank God nggak berasa buang-buang duit sia-sia lagi, hehehe.

wonder-woman-gal-gadot-selfridges
As Diana was finding appropriate outfits to blend into society, she said, “How can you fight in this outfit?” OMG hahaha

Buat yang belum nonton dan masih setengah niat untuk nonton, bolehlah untuk mengisi waktu dengan menonton film ini. Selain menghibur, ada makna yang bisa diambil dari ceritanya. Serius, aku nggak suka melebih-lebihkan lho, hohoho.

“Only love can truly save the world.”Diana Prince a.k.a Wonder Woman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s